Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘beda’

FACEBOOK-BahasaBedaArtikelOpiniDenganArtikellmiah

SAYA pernah menulis sebuah artikel di salah satu blog/website/portal dengan judul “75% Komentar di Blog/Website/Portal Tergolong Tidak Berkualitas” yang terbukti mengundang banyak tanggapan, sebab artikel tersebut memang saya desain sebagai artikel yang “memancing” munculnya komentar-komentar. Beberapa di antaranya bertanya, darimana asal angka 75% itu? Bahkan ada yang mengatakan hal—hal yang berhubungan dengan metode ilmiah. Padahal, artikel tersebut sangat jelas saya masukkan dalam kategori “Opini” sesuai dengan kategori yang tersedia di blog/website/portal tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa masih ada beberapa pembaca yang tidak bisa membedakan pengertian “artikel opini” dengan “artikel ilmiah”

Apakah artikel opini itu?

Opini adalah pendapat, gagasan atau pikiran. Artikel opini yaitu pendapat, gagasan atau pikiran yang bersifat pribadi terhadap sebuah objek yang dijabarkan dalam bentuk uraian agak panjang yang bernama artikel di mana hal tersebut bersifat bebas, rasional dan objektif disertai argumentasi berdasarkan fakta yang didukung  format berlogika yang logis dan benar.

Artikel opini bersifat objektif karena merupakan persentuhan antara subjek dan objek sehingga menghasilan sebuah pengetahuan yang kemudian dideskripsikan ataupun diuraikan menjadi sebuah susunan kalimat-kalimat yang bersifat menjelaskan pendapat, gagasan maupun pikiran tersebut.

Sebuah artikel opini bukanlah artikel ilmiah murni, melainkan sebuah karya ilmiah populer yang betapapun juga tetap mengacu pada referensi-referensi pemikiran yang berlaku. Artinya, betapapun juga artikel opini tetap berangkat dari fakta-fakta yang ada yang dicetuskan alam bentuk gaagasan ataupun pendapat.

Sebuah artikel opini, mempunyai ciri relatif-objektif sehingga uraiannya bersifat relatif. Misalnya angka 75% bukanlah hasil daripada perhitungan ilmiah melainkan merupakan pengganti dari kata “banyak”. Banyak itu berapa? Kira—kira 75%, sebuah angka estimaasi yang dibuat berdasarkan pengamatan. Sifatnya empiris-nonfisik.

Artikel opini biasanya dimuat dalam media nonilmiah semisal media sosial Twitter, Facebook, blog/website/portal yang menyediakan fasilitaas opini.

Contoh:

1.Buku berjudul “Manusia Indonesia” karya Mochtar Lubis, seorang budayawan, merupakan buku/artikel yang bersifat opini berdasarkaan pengamatan yaang dilakukaannya. Benar tidaknya isi buku itu tentunya bisa dilihat pada masyarakaat Indonesia secaara langsung.

2. Artikel saya berjudul: “75% Komentar di Blog/Website/Portal Tergolong Tidak Berkualitas” berdasarkan haasil pengamatan (bukan penelitian) selama tiga bulan.

Apakah artikel ilmiah itu?

Imiah adalah serangkaian proses mulai dari sebuah pendapat, penelitian,analisa,metode hingga dalam bentuk uraian yang memenuhi kaidah-kaidah ilmiah. Jadi, arttikel ilmiah adalah sebuah artikel berdasarkan metode ilmiah yang uraiannya bersifat sistematis, empiris, bisa dibuktikan kebenarannya, objektif, rasional dengan menggunakan metode penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya.

Artikel ilmiah juga bisa menggunakan angka-angka statistik dalam bentuk tabel maupun nontabel, yang menggambarkan suatu objek pembahasan hasil daripada sebuah penelitian baik bedasarkan sampel maupun populasi. Biasanya juga disertai standar deviasi maupun standar error.

Artikel ilmiah bisa saja hasilnya berbeda apabila menggunakan metode yang berbeda yang merupakan cara berbeda dan persepsi yang berbeda, walaupun objek penelitiannya sama. Jadi, kebenaran dari sebuah artikel ilmiah juga dipengaruhi oleh kualitas daripada sampel maupun populasi serta metode yang digunakannya.

Sebuah artikel imiah pada umumnya dibuat oleh kalangan mahasiswa, sarjana, akademisi maupun para ilmuwaan. Bahkan juga dibuat oleh para peneliti  maupun pakar di bidangnya.

Artikel ilmiah biasanya ditulis di dalam media ilmiah juga. Misalnya majalah atau buletin ilmiah, jurnal ilmiah dan bentuknya bisa berupa makalah, skripsi, disertasi, thesis dan bentuk-bentuk ilmiah lainnya.

Contoh:
1.Skripsi berjudul:” Pengaruh Pengumuman Dividend Terhadap Nilai Saham Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Telah Go Public Ditinjau Dari Metode Event Studi”

2.Skrisi saya berjudul: “Environtment Has More Effects Than Heredity : A Psychological Approach”.

Salah persepsi

Sebuah artikel opini haruslah dinilai dari sudut argumentasi atau penalarannya maupun nilai gagasannya dan bukan dilihat dari sudut pandang ilmiah sebab tentu metode dalam membuat artikel opini dengan artikel ilmiah pastilah berbeda. Sebuah artikel opini pada umumnya berdasarkaan pengamatan atas sebuah objek atau fakta atau berangkat dari fakta, sedangan artikel ilmiah pada umumnya berdasarkan metode penelitian.

Kersimpulan

1.Artikel opini titik beratnya adalah pengamatan dan estimasi yang tingkat kebenarannya terletak pada argumentasi dan penalaran .

2.Artikel  ilmiah titik beratnya adalah penelitian berdasarkan metode ilmiah yang tingkat kebenarannya ditentukan oleh hasil daripada pembuktian secara empiris.

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973

Read Full Post »

Gambar

KELIHATANNYA sepele, tapi bisa fatal akibatnya. Sebuah status Facebook memang ditulis bebas oleh para Facebooker. Namun pemahaman arti kata atau sebuah judul itu perlu. Ada status tanpa judul, tetapi ada juga status yang berjudul. Paling tidak status yang dituliskan sudut pandangnya. Misalnya dari sudut ekonomi, dari sudut psikologi dan lain-lain. Penulis sudah menggunakan judul status itu lebih dari tiga tahun, namun komentar-komentarnya sering meleset. Tidak hanya di Facebook, tetapi juga di blog, website, surat pembaca dan lain-lain

A.Disipliner atau Monodisipliner

Yaitu status yang diberi judul. Misalnya EKONOMI, LOGIKA,PSIKOLOGI,METAFISIKA dan lain lain. Artinya kalau judulnya EKONOMI maka komentarnya harus ada hubungannya dengan ekonomi. Kalau judulnya LOGIKA maka komentarnya harus ada hubungannya dengan logika. Kalau judulnya PSIKOLOGI maka komentarnya harus ada hubungannya dengan psikologi. Dan kalau judulnya METAFISIKA maka komentarnya harus ada hubungannya dengan psikologi.

Tapi yang sering terjadi, sudut pandang komentar tidak sesuai dengan judulnya. Antara lain judulnya EKONOMI tapi ditanggapi dari sudut POLITIK. Judulnya LOGIKA tapi dikomentari dari sudut HUKUM. Judulnya PSIKOLOGI tetapi ditanggapi dari sudut SOSIOLOGI. Judulnya METAFISIKA ditanggapi dari sudut AGAMA. Yang sering terjadi yaitu, antara status dan komentar tidak “konek”.

B.Interdisipliner

Yaitu status yang dibuat oleh satu orang tetapi menggunakan pendekatan dari lebih dari sudut ilmu pengetahuan. Misalnya PSIKOLOGI EKONOMI, LOGIKA HUKUM, dan seterusnya. Isi statusnya tentu berorientasi kepada dua bidang ilmu tersebut. Komentarnyapun dari dua macam ilmu pengetahuan tersebut. Akibatnya yaitu, munculnya komen-komen yang tidak “nyambung”.

C.Multidisipliner

1.Yaitu status Facebook tanpa judul. Konsekuensinya boleh ditanggapi dari sudut mana saja. Bebas sebebas-bebasnya. Status ini memang memberikan kepada Facebooker lain untuk memberikan komentar dari sudut mana saja. Bebas sebebas-bebasnya. Tentu saja harus sopan.

2. Yaitu status Facebook dengan  judul lebih dari dua sudut pandang. Misalnya: “Kepemimpinan, ditinjau dari Sudut Manajemen, Psikologi dan Budaya Indonesia”. Konsekuensinya harus ditanggapi dari sudut tersebut saja. Tidak bebas. Status ini memang memberikan kepada Facebooker lain untuk memberikan komentar dari sudut tertentu saja. Sebaiknya punya kompetensi.

Catatan:

Artikel ini tidak hanya berlaku untuk status Facebook, tetapi juga berlaku untuk karya tulis lainnya berupa artikel yang dimuat di berbagai media lainnya.

Sekadar menambah pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Penulis Kritik Pencerahan

Sejak 1973

Read Full Post »

ORANG Indonesia yang tak faham Bahasa Indonesia seringkali mencampuradukkan pengertian kritik,hujat,gunjing hasut dan fitnah. Padahal, masing-masing bisa berbeda artinya.Orang yang sering mengritik pemerintah belum tentu menghujat. Sebaliknya orang yang menghujat pemerintah,belum tentu mengritik.Sebab, makna katanya berbeda.

Apakah kritik itu?

Kritik merupakan sebuah sikap terhadap adanya suatu fakta nyata yang bersifat negatif. Biasanya disertai analisa atau penalaran yang menyertai kritik itu. Kritik memang hanya bicara tentang yang negatif saja dengan tujuan agar pihak yang dikritik memperbaiki hal-hal yang negatif itu.Kritik seringkali menyakitkan, tetapi bertujuan baik.

Contoh:

Kritik terhadap lambatnya pemerintah dalam menangani kasus meledaknya gas elpiji yang telah menewaskan lebih dari 50 orang.

Apakah cela itu?

Cela merupakan sebuah sikap terhadap adanya sebuah fakta yang semula dibanggakan positif, ternyata terbukti menampakkani segi negatifnya pula.

Contoh:

Amerika membanggakan sistem ekonomi kapitalisme. Namun, krisis finansial yang menimpa Amerika beberapa waktu yang lalu menimbulkan beberapa celaan dari beberapa pengamat ekonomi.

Apakah hujat/caci-maki itu

Hujat merupakan sebuah sikap terhadap adanya sebuah fakta yang bersikap positif tetapi diberi konotasi negatif. Biasanya diucapkan dan dilakukan dengan sangat emosional dan dengan kata-kata yang tak pantas.

Contoh:

Agama Islam adalah agama yang baik. Tapi lantas ada pihak-pihak tertentu yang menjelek-jelekkan agama Islam dengan cara menginjak-injak atau membakar Al Qur’an dengan sangat emosional dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.

Apakah gunjing itu?

Gunjing merupakan sebuah sikap terhadap adanya suatu fakta yang nyata,baik positif maupun negatif, lantas ditanggapi dengan nada yang tidak suka.

Contoh:

Cowok bernama Si A sedang bicara dengan Si B membicarakan cewek Si C. Si A mengatakan kepada Si B bahwa dia tidak suka dengan cewek si C karena Si C kulitnya hitam dan rambutnya keriting. Jadi, gunjing menitikberatkan pembicaraan kepada pihak lain atas dasar tidak suka.

Apakah hasut itu?

Hasut merupakan sebuah sikap terhadap adanya suatu fakta baik positi maupun negatif, namun mengajak orang-orang lain untuk bersikap tidak menyukainya. Bahkan seringkali mengajak melakukan tindakan nyata yang bersifat merusak atau negatif.

Contoh

Di desa A ada kades yang berselingkuh dengan isteri tetangganya. Lantas ada warga lain menghasut warga agar ramai-ramai merusak dan membakar rumah kades tersebut.

Apakah fitnah itu?

Fitnah merupakan sebuah sikap terhadap adanya sebuah hal yang tidak berdasarkan fakta dan kemudian dikatakan kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain punya persepsi negatif terhadaap objek yang dibarakan.

Contoh:

Si A mengatakan kepada Si B bahwa Si C bisa diterima kerja di salah satu BUMN di Jakarta karena menyuap Rp 200 juta. Padahal, faktanya Si C diterima melalui prosedur yang resmi dan benar tanpa menyuap satu senpun.

Sumber foto: http://i288.photobucket.com/albums/ll186/ijonk_album/perbedaan2.jpg

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973

Read Full Post »