Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘arti’

FACEBOOK-BahasaMacamMacamPrediksi

PREDIKSI. Kata atau istilah ini bisa menimbulkan berbagai persepsi. Bahkan bisa juga bermakna ganda atau multi tafsir. Tidak heran kalau di masyarakat terjadi tumpang tindik di dalam mengartikannya. Kata “prediksi” bisa menjadi bias. Bahkan bisa menyebabkan kerancuan arti di kalangan masyarakat. Juga, bisa mengakibatkan masyarakat salah tafsir. Apa sih sebenarnya arti, makna dan macam-macam prediksi?

Apakah arti prediksi itu?

Secara umum, prediksi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan meramalkan atau membuat sebuah prakiraan tentang segala sesuatu yang akan terjadi.

Apakah makna prediksi itu?

Prediksi punya makna sebagai sebuah informasi, pemberitahuan, peringatan, pengetahuan,ulasan tetang segala sesuatu yang akan terjadi berdasarkan fakta maupun tidak berdasarkan fakta.

Macam-macam prediksi

Secara umum ada beberapa macam prediksi.

1-Prediksi berdasarkan teknologi

2-Prediksi berdasarkan ilmu pengetahuan

3-Prediksi berdasarkan pengetahuan

4-Prediksi berdasarkan teori probabilitas

5-Prediksi berdasarkan analisa

6-Prediksi berdasarkan indera keenam

7-Prediksi berdasarkan ilmu kira-kira

8-Prediksi berdasarkan ilmu semu

9-Prediksi berdasarkan perilaku binatang

10-Prediksi berdasarkan perilaku alam

Dan masih banyak macam prediksi lainnya.

Ad.1-Prediksi berdasarkan teknologi

Teknologi dan sains memang saling berkaitan. Namun maksud dari sub-bab ini adalah, membuat sebuah prediksi berdasarkan bantuan dari peralatan atau teknologi.

Contoh:

Di dalam menentukan akan datangnya 1 Ramadhan maupun 1 Syawal, bisa menggunakan pendekatan teknologi dan sain. Yaitu, menggunakan teropong moderen didukung oleh perhitungan-perhitungan ilmiah yang akurat terutama yang berhubungan dengan astronomi sehingga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Ad.2-Prediksi berdasarkan ilmu pengetahuan

Yaitu preiksi berdasarkan semata-mata ilmu pengetahuan saja tanpa didukung peralatan atau teknologi yang canggih. Hanya berdasarkan perhitungan-perhitungan ilmu pengetahuan yang berlaku saat itu. Berdasarkan teori-teori yang dianggap benar saat itu.

Contoh:

-Teori Geosentris yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat perputaran seluruh planet yang ada di alam semesta

-Teori heliosentris yang mengatakan bahwa matahari adalah pusat perputaran dari seluruh planet yang ada di alam semesta.

Ad.3-Prediksi berdasarkan pengetahuan

Yaitu prediksi berdasarkan pengetahuan umum (bukan berdasar ilmu pengetahuan) yang berlaku umum.

Contoh:

-Menjelang Hari Raya Qurban, maka diprediksikan harga-harga hewan korban akan naik sekitar 10% hingga 50%. Hanya merupakan estimasi berdasarkan pengalaman tahun lalu dan pertimbangan situasi-kondisi saat itu.

Ad.4-Prediksi berdasarkan teori probabilitas

Yaitu prediksi berdasarkan data-data yang dikumpulkan dalam waktu periode tertentu sehingga bisa diprediksikan kejadian yang akan datang. Biasanya didukung data-data yang ada didukung perhitungan yang menggunakan ilmu statitistik dan metode statistik tertentu.

Contoh:

Berdasarkan data pemasaran mobil di Jakarta tahun 2010, 2011, 20012, 2013, 2014 dan menggunakan metode statistik atau metode probabilitas, bisa diprediksikan hasil pemasaran mobil di Jakarta untuk tahun 2015. Tentu, disertai beberapa asumsi tertentu.

Ad.5-Prediksi berdasarkan analisa

Yaitu prediksi berdasarkan analisa ilmu pengetahuan tertentu. Misalnya analisa ekonomi, analisa hukum, analisa psikologi dan analisa-analisa lainnya.

Contoh:

Berdasarkan “body language” (bahasa tubuh) berupa gerakan tubuh, mimik wajah, cara berbicara, kalimat-kalimat yang bersifat diplomasi, tulisan, cara berkata, cara menjawab pertanyaan, kemudian dianalisa berdasarkan analisa “psikologi-politik”, maka bisa diprediksikan Megawati-lah yang akan jadi capres pada pemilu 2014 dan bukannya Jokowi.

Ad.6-Prediksi berdasarkan indera keenam

Yaitu prediksi berdasarkan indera keenam (intuisi, firasat, sinyal-sinyal psikologis, kode-kode metafisika) yang merupakan bagian dari ESP (Extra Sensory Perception) yang muncul secara tiba-tiba (tidak direncanakan, tidak disengaja, tidak atas permintaan orang lain dan tidak atas pertanyaan orang lain), maka seseorang bisa memprediksikan apa yang akan terjadi di masa dekat, beberapa bulan mendatang atau bahkan beberapa puluh/ratus tahun yang akan datang). Biasanya dimiliki orang jenius, IQ tinggi atau manusia indigo.

Contoh:

Ramalan Jayabaya (Raja Kediri) yang mampu meramalkan suatu ketika Pulau Jawa akan memiliki rel kereta api, pesawat terbang, super market dan prediksi-prediksi yang terjadinya puluhan atau ratusan tahun kemudian.

Ad.7-Prediksi berdasarkan ilmu kira-kira

Yaitu prediksi yang bedasarkan ilmu kira-kira saja. Asal bicara. Asal ngomong.

Contoh:

Prediksi dukun yang mengatakan Si A akan dapat rejeki pada Rabu Pahing. Ternyata, meleset.

Ad.8-Prediksi berdasarkan ilmu semu

Yaitu prediksi yang dibuat berdasarkan ilmu semu di mana hasilnya sangat rekatif sekali karena hasil prediksi peramal yang satu dengan peramal lainnya bisa bebeda-beda. Ilmu semu adalah ilmu yang tidak menggunakan metode-metode ilmiah empiris.

Contoh:

Ramalan bintang, ramalan shio, ramalan letak tahi lalat, ramalan feng shui, ramalan berdasarkan kartu Tarot, ramalan berdasaran garis tangan, ramalan berdasarkan bentuk tanda tangan dan berdasar ilmu-ilmu semu lainnya.

Ad.9-Prediksi berdasarkan perilaku binatang

Yaitu prediksi berdasarkan perilaku binatang-binatang tertentu pada suatu saat tertentu atau kejadian tertentu akan terjadinya sesuatu kejadian.

Contoh:

Beberapa hari sebelum terjaadinya gempa mumi gunung berapi, banyak binatang yang tiba-tiba berlarian turun ke bawah. Bisa diprediksikan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi gempa bumi vulkanik.

Ad.10-Prediksi berdasarkan perilaku alam

Yaitu prediksi berdasarkan perilaku alam.

Contoh:

Perilaku angin, awan , arah angin, jumlah awan dan semacamnya bisa dibuat prediksi tentang iklim, cuaca, hujan ataupun akan datangnya angin puting beliung, topan torpedo dan prediksi lainnya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973

Read Full Post »

Gambar

CUKUP banyak definisi kreativitas, inovasi dan invensi. namun banyak definisi yang membingungkan dan tumpang tindih sehingga menjadi rancu. Melalui telaah linguistik dan analisa logika bahasa yang benar, maka di bawah inilah definisi atau pengertian kreativitas, inovasi dan invensi yang benar.

A.Kreativitas

Kreativitas adalah hasil daya pikir yang dituangkan ke dalam bentuk produk, dari produk yang sudah ada menjadi produk yang bentuknya berbeda tetapi fungsinya sama.

Ciri-ciri:

-Produk sudah ada

-Bentuk berbeda

-Fungsi sama

Contoh:

Sepeda onthel besar, kemudian dibuat sepeda onthel kecil.

B.Inovasi

Inivasi adalah hasil daya pikir yang dituangkan ke dalam bentuk produk, dari produk yang sudah ada menjadi produk yang bentuknya berbeda atau sama tetapi fungsinya berbeda.

Ciri-ciri:

-Produk sudah ada

-Bentuk berbeda atau sama

-Fungsi berbeda

Contoh:

Kanopi/atap motor yang atapnya tidak bisa dilebarkan kemudian diciptakan kanopi motor dengan fungsi baru yaitu atapnya bisa dilebarkan.

C.Invensi

Invensi adalah hasil daya pikir yang dituangkan ke dalam bentuk produk, dari produk yang sama sekali belum ada menjadi produk yang sama sekali baru dengan bentuk dan fungsi yang baru.

Ciri-ciri:

-Produk samasekali belum ada

-Gabungan fungsi yang sudah ada atau fungsi yang samasekali baru

-Bentuk baru dan fungsi baru (multifungsi)

Contoh:

Menciptakan payung yang sekaligus berfungsi sebagai tempat duduk.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Alumni

Akademi Bahasa Asing “Jakarta”

Read Full Post »

SESUDAH Nabi Muhammad SAW wafat, maka aktivitas saling mengkafirkan mulai marak. Komunitas A menganggap komunitas B sebagai komunitas kafir. Sebaliknya komunitas B mengatakan komunitas A yang kafir.

Apa sih yang dimaksud dengan kafir?

Kafir adalah kata atau istilah. Oleh karrena itu, untuk memahami arti kata kafir, kita harus menggunakan titik tolak ilmu bahasa atau linguistik, terutama literatur agama Islam.

Ada beberapa definisi kafir

A.Menurut Faithfreedompedia

1.Kafir berasal dari bahasa Arab yang artinya menutupi sesuatu, atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau tidak berterima kasih. Bentuk jamak dari kafir adalah kafirun atau kuffar. Dalam al-Quran, kata kafir dengan berbagai bentuk kata jadinya disebut sebanyak 525 kali.

2. Mengingkari nikmat-nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya (QS.16:55, QS. 30:34),

lari dari tanggung jawab (QS.14:22),

menolak hukum Allah (QS. 5;44),

meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS. 30:44)

3. Namun yang paling dominan, kata kafir digunakan dalam al-Quran adalah kata kafir yang mempunyai arti pendustaan atau pengingkaran terhadap Allah Swt dan Rasul-RasulNya, khususnya nabi Muhammad dan ajaran-ajaran yang dibawanya.

4.Ditinjau dari segi bahasa, kata kafir tidak selamanya berarti non-muslim, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir seperti kufur, yang bermakna ingkar saja, tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislaman. Contohnya kufur nikmat, yaitu orang yang tidak pandai/mensyukuri nikmat Tuhan, atau dalam istilah lain disebut sebagai kufrun duna kufrin (kekufuran yang tidak sampai membawa pelakunya kafir/keluar dari islam).

5.Secara istilah, kafir adalah orang yang menentang, menolak, kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh RasulNya. Atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman. Dilihat dari istilah, bisa dikatakan bahwa kafir sama dengan non-muslim. Yaitu orang yang tidak mengimani Allah dan rasul-rasul-Nya serta ajarannya.

6. Quran 98:6, Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Sumber: http://www.faithfreedom.frihost.net/wiki/Definisi_Kafir

B.Menurut Gus Mus

Kafir juga ada dua: 1. Kafir, orang yang tidak percaya, 2. Musyrik, orang yang menyekutukan Allah dengan yang lain. (Baca misalny, awal surah Baqarah).

Menyikapi orang kafir ialah dengan terus berjuang mendakwahi dengan hikmah, bijaksana, dan nasihat yang baik; bila perlu berdebat, berdebat dengan cara yang lebih baik dari mereka.

Sumber: http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=2&id=189

C.Jadi, menurut syariat Islam, manusia kafir itu bermakna:

1. Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat (Baca butir A.4 di atas : Tidak semua non-muslim itu kafir).

2. Orang Islam yang tidak mau menjalankan ajaran agamanya sendiri seperti shalat, puasa, atau membayar zakat. (Orang Islam yang mengatakan seperti shalat, puasa, atau membayar zakat sebagai hal yang tidak wajib)

Dalam Al-Qur’an, kata kafir terbagi menjadi beberapa point, yaitu:

* Kufur at-tauhid (menolak tauhid), ditujukan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu.

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.” (QS Al Baqarah, 2:6)

* Kufur al-ni’mah (mengingkari nikmat), ditujukan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun).” (QS Al Baqarah, 2:152)

* Kufur at-tabarri (melepaskan diri).

* Kufur al-juhud (mengingkari sesuatu).

“…maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya.” (QS Al Baqarah, 2:89)

* Kufur at-taghtiyah (menanam/mengubur sesuatu).

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar).” (QS Al Hadid, 57:20)

Sumber: http://agama.kompasiana.com/2010/12/05/definisi-kafir/

D.macam-macam kafir

Definisi Kufurkufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.

B]. Jenis KufurKufur ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur KecilKufur BesarKufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam

[1]. Kufur Karena Mendustakan Dalilnya adalah firman Allah.

[2]. Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan.Dalilnya firman Allah.

[3]. Kufur Karena Ragu Dalilnya adalah firman Allah.

4]. Kufur Karena BerpalingDalilnya adalah firman Allah.

[5]. Kufur Karena Nifaq Dalilnya adalah firman Allah

Sumber: http://membaca-alquran.blogspot.com/2010/10/definisi-kafir-kufur-dan-jenis-jenisnya.html

E.Kafir menurut Al Qur’an antara lain :

Kafir Juhud Kafir juhud ada 2 pengertian :

Pertama : Orang yang tidak mengakui wujud Allah, misalnya orang atheis, komunis.

Kedua : Mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya.

Kafir Ni’nah Mereka yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

Kafir Bara’ah Mereka yang tidak merestui dan melepaskan diri.

Kafir Harbi yaitu orang kafir yang memerangi dan diperangi.

Kafir Dzimi yaitu orang kafir yang tunduk pada penguasa Islam dan membayar jizyah

Kafir Muahad yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara Islam.

Kafir Musta’man yaitu orang kafir yang masuk ke Negara Islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.

Dari orang kafir tersebut, hanya kafir harbi yang boleh diperangi, kalau mereka memerangi lebih dahulu.

Sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/kafir-menurut-al-qur-an-t26450/

Kesimpulan

1.Kafir

Digunakan dalam al-Quran adalah kata kafir yang mempunyai arti

-pendustaan atau pengingkaran terhadap Allah Swt dan

-pendustaan atau pengingkaran terhadap Rasul-RasulNya

-Pendustaan atau pengingkaran terhadap  Nabi Muhammad

-Pendustaan atau pengingkaran terhadap ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW (Al Qur’an).

2.Bukan kafir

-Apabila mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa

-Apabila mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul/nabi

-Apabila mengakui Al Quran sebagai kitab sucinya

Dengan kata lain:

-Bukan kafir, apabila memegang teguh Rukun Iman dan Rukun Islam

Jadi, kita tidak boleh mengatakan seseorang atau sekelompok orang lain sebagai pihak kafir sejauh mengakui Tuhan Yang Maha Esa, mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan mengakui Al Qur’an sebagai kitab sucinya. Sejauh, ketiganya sesuai dengan sejarah Islam sejak turunnya ayat pertama hingga ayat terakhir Al Qur’an.

Saran

1.Islam sejati adalah agama yang  damai, sopan, penuh toleransi, menghargai perbedaan ,menghargai pluralitas, dan tidak anarki.

2.Berhati-hatilah menggunakan kata kafir. Sebab, sesungguhnya hanya Allah swt Yang Maha Tahu siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir.

3.Hanya Allah swt yang berhak menilai keislaman seseorang.

Kata-kata bijak

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya.

Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir, maka sebutan itu pantas untuknya. Apabila tidak, maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.”

Semoga bermanfaat

Sumber gambar: mediaislamnet.com

Hariyanto Imadha
Penulis kritik pencerahan
Sejak 1973

Read Full Post »

KALAU kita cermati, sebuah perdebatan seringkali terjadi hanya karena ada pihak-pihak yang mempunyai pengertian yang berbeda tentang arti, makna ataupun definisi sebuah kata. Perdebatan demikian tidak ada gunanya. Lebih tidak ada gunanya lagi kalau yang berdebat bukanlah ahli linguistik (ilmu bahasa). Itulah yang disebut dengan “the problem of semantics”.

Apakah the problem of semantics itu?

Yaitu, sebuah perdebatan tentang sebuah kata yang diartikan, dimaknai dan didefinisikan bahkan ditafsir secara berbeda-beda oleh kedua belah pihak atau oleh berbagai pihak. Hal demikian akan menyebabkan adanya pihak-pihak yang terjebak pada masalah-masalah semantik.

Contoh

1.Kata “politik santun” bisa diartikan berbeda-beda. Ada yang mengartikan politik santun terbatas pada kata-kata santun, perilaku santun, cara-cara santun dan arti-arti lain.

2.Kata “politik” juga bisa diartikan berbeda-beda. Ada yang mengartikan sebagai sebuah cara, strategi, taktik, metode, siasat, tipu-tipu, akal-akalan dan sebagainya.

Apakah the problem of conotation?

Yaitu, sebuah kata bisa dikonotasikan positif ataupun negatif dan ini juga menyebabkan berbagai pihak terjebak pada perdebatan tentang konotasi.

Contoh:

1.Kata “pro rakyat” bisa diartikan sebagai kegiatan politik parpol tertentu untuk kepentingan parpol tertentu itu. Tetapi bisa juga “pro rakyat” diartikan sebagai sebuah kegiatan positif yang kebetulan dilakukan oleh parpol tertentu.

2.Kata “income per capita” bisa diartikan positif kalau angkanya besar dan diberlakukan secara sama rata. Tetapi bisa diartikan negatif kalau “income per capita” diberlakukan untuk masyarakat golongan ekonomi menengah dan golongan ekonomi bawah (masyarakat miskin).

3.Di dalam agama Islam, ada 4 (empat) mazhab, yaitu:

Tiap mazhab punya titik tolak pemikiran masing-masing.

a. Sunni.

Ada 4 mazhab: Hanafi,Maliki,Syafi’I dan Hambali.

b.Syi’ah

Ada 3 mazhbat : Ja’fari, Ismailiya dan Zaidiyah

Tiap mazhab pasti mempunyai titik tolak pemikiran masing-masing dan implikasi pemikiran masing-masing.

Gambaran

Jika ada 1 buah buku dibaca 1.000 orang, maka sangat dimungkinkan adanya 1.000 persepsi berbeda atau tafsir berbeda tentang isi buku tersebut. Hal itu bisa terjadi karena 1.000 orang itu punya tafsir yang berbeda-beda. Padahal, cara membaca buku yang baik bukanlah menafsirkan, tetapi memahami filsafat pemikirannya, titik tolak filsafat pemikirannya, alur filsafat pemikirannya dan implikasi daripada filsafat pemikirannya.

Bagaimana cara mengatasi problem-problem tersebut

Sebenarnya perdebatan soal arti,makna,definisi ataupun tafsir sebuah kata kalau kita mengetahui cara-caranya. Antara lain:

1.Memahami siapa yang punya kata tersebut (punya kompetensi atau tidak)

2.Menanyakan kepada penulis/pembicara  apa maksud kata yang ditulis/dikatakan

3.Melakukan tabulasi arti-arti kata tersebut (menggabungkan dan membuat deskripsinya)

4.Memahami titik tolak pemikiran penulis/pembicara tersebut

5.Mencari referensi yang bisa dipercaya (valid/credible/reliable/acceptable)

6.Jangan membuat arti sendiri kecuali kita membuat artikel sendiri.

Kesimpulan

1.Di dalam konteks non ilmiah: Tidak ada gunanya berdebat soal “kata”, sebab kebenaran arti kata tersebut ada pada yang punya “kata” tersebut (penulis/pembicara).

2.Di dalam konteks ilmiah: Harus berdasarkan referensi ilmiah yang valid/credible/reliable/acceptable.

Semoga bermanfaat.

 

Hariyanto Imadha
Alumni
Fakultas sastra dan akademi bahasa

Read Full Post »