Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2013

EmpatPilar-wongpinggiran23BScom

ORANG Indonesia itu kebanyakan bersikap reaktif-negatif apabila melihat, mendengar, membaca sesuatu yang baru tanpa mempelajarinya terlebih dulu apa esensinya. Demikian pula ketika Taufiq Kiemas memperkenalkan “Empat Pilar Kebangsaan” atau “Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara”, maka istilah “pilar”-pun dipersoalkan. Misalnya, Pancasila itu merupakan dasar dari semua pilar dan tidak boleh disejajarkan dengan pilar-pilar lainnya (UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika). bagaimana sih kita memahami istilah “pilar” tersebut secara benar?

Definisi pilar

1. tiang penguat (dr batu, beton, dsb): sebuah monumen yang terdiri atas lima — berdiri dng megahnya; 2 ki dasar (yg pokok); induk: partai itu disederhanakan menjadi tujuh organisasi –; 3 Kap tiang berbentuk silinder pejal atau berongga untuk menyangga balok geladak atau bagian konstruksi lain di kapal (Sumber: http://www.artikata.com/arti-137711-pilar.html)

2.Pilar juga berarti, pile, tiang, pole, post , stake, column, rukun, principium, commandment, principle, basis, sokogur, principal factor, whiff, sendi, hinge, socket, principl, principium, bubungan, ridge, cam, pitch, top, ridgepole, turus, post, stake (Sumber: http://translate.google.com/?hl=id&tab=wT#en/id/pillar)

Penjabaran definisi

Dari definisi tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pilar merupakan tiang, sendi, prinsip yang harus ada untuk menopang bagian daripada sebuah konstruksi.

Konstruksi definisi

Ada dua kategori definisi

1.Definisi vertikal atau model piramida

2.Definisi horisontal atau model paralel

ad.1.Definisi vertikal atau model piramida

yaitu definisi yang menempatkan bagian atas sebagai bagian yang merupakan prioritas terakhir dan semakin ke bawah sebagai yang mendapatkan prioritas utama.

Contoh:

Pertama dari bawah : Bhineka Tunggal Ika

Kedua dari bawah: NKRI

Ketiga dari bawah: UUD 1945

Keempat dari bawah: Pancasila

Contoh definisi piramida terbalik, di mana yang teratas mendapatkan prioritas pertama.

Contoh:

Pertama dari atas : Ketuhanan Yang Mahaesa

Kedua dari atas: Kemanusiaan yang adil dan beradab

Ketiga dari atas: Persatuan Indonesia

Keempat dari atas: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebjiksanaan/perwakilan.

Kelima dari atas: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

ad. 2.Definisi horisontal atau model paralel

Definisi ini tidak ada skala prioritas karena tiap elemen merupakan elemen penting yang saling keterkaitan dengan elemen-elemen lainnya. Tujuannya yaitu menopang konstruksi daripada sebuah tujuan. Sekali lagi : tidak ada skala prioritas.

Contoh:

Empat pilar kebangsaan

Pilar pertama : Pancasila

Pilar kedua : UUD 1945

Pilar ketiga : NKRI

Pilar keempat : Bhineka Tunggal Ika

Jika kita membuat bangunan yang disangga pilar, pilar mana yang terpenting? Semuanya terpenting. Tidak ada skala prioritas. Semua pilar saling berkepentingan sebagai penopang daripada sebuah konstruksi tujuan.

Pertanyaan

Bukankah sebuah bangunan harus punya dasar atau pondasi?

Jawaban

Betul, tapi cara berpikir seperti itu berlaku untuk definisi model piramida. Bukan pada definisi berdasarkan model paralel.

Kesimpulan

1.Karena Taufiq Kiemas menggunakan istilah “pilar”, maka yang berlaku bukanlah definisi model piramida, melainkan model konstruksi daripada sebuah bangunan berdasarkan pilar atau tiang atau sendi2.Di dalam memahami sebuah istilah, harus kita pahami dulu definisinya. Kemudian kita formulasikan bentuk atau konfigurasi daripada definisi tersebut. Dengan demikian kita akan memperoleh pengertian tentang sebuah istilah dari persepsi atau sudut pandang yang benar.

2.Dengan demikian, istilah “pilar” yang digunakan oleh Taufiq Kiemas sudah benar, baik dari sudut linguistik (ilmu bahasa) maupun dari fakta politik atau realitas politik yang ada dan nyata. Pengertian “pilar” sama dengan pengertian “soko guru” atau “prinsip”.

3.Namun, di dalam konteks konstitusi (model piramida) , Pancasila tetap sebagai “Dasar Negara” dan sebagai dasar negara simbolisasinya Pancasila ada di bawah UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Semoga bermanfaat.

Sumber gambar: wongpinggiran23.blogspot.com

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku bahasa

Sejak 1973

Read Full Post »