Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2013

FACEBOOK-BahasaReuniBerdasarAngkatanTahunMasukAtauTahunWisudha

KELIHATANNYA sederhana. Tetapi kadang-kadang bisa menimbulkan perselisihan. Misalnya, ketika ada reuni sebuah SMA atau perguruan tinggi, ada yang merasa kecewa karena ada pihak-pihak yang tidak diundang. Ada reuni berdasarkan angkatan, ada yang berdasarkan tahun masuk dan ada yang berdasarkan tahun wisudha atau bahkan tahun keluar. Belum lagi menyangkut siapa yang berhak menyandang predikat alumni, ada yang menafsirkan alumni itu lulusan. Namun ada yang menafsirkan eks-siswa atau eks-mahasiswa juga layak disebut alumni. Mana yang benar?

Istilah alumni

Di dalam kamus Webster Disctionary dan berbagai kamus tandar internasional lainnya mengatakan bahwa yang disebut alumni adalah lulusan atau eks-siswa atau eks-mahasiswa. Istilah ini berlaku diberbagai lembaga pendidikan di seluruh dunia baik untuk kalangan siswa, eks-siswa,mahasiswa maupun eks-mahasiswa. Dengan demikian tidak perlu ada perdebatan yang tidak berguna.

Berdasar angkatan,tahun masuk atau tahun wisudha?

1.Berdasar angkatan

Dasar pemikirannya:

Pasti pihak sekolah/kampus mempunyai data lengkap tentang nama-nama siswa/mahasiswa saat mendaftarkan diri sebagai siswa/mahasiswa sehingga memudahkan bagi panitia reuni untuk mengontak mereka.

Istilah angkatan

Dengan demikian dikenal istilah angkatan. Misalnya,angkatan 01, angkatan 02, angkatan 03 dan seterusnya.

Konsekuensi

Konsekuensinya adalah semua angkatan tersebut,misalnya angkatan 01 harus diundang walaupun mereka berstatus eks-siswa/eks-mahasiswa dan walaupun tahun lulusnya berbeda-beda.

2.Berdasarkan tahun masuk

Dasar pemikirannya:

Pasti pihak sekolah/kampus mempunyai data lengkap tentang nama-nama siswa/mahasiswa saat mendaftarkan diri sebagai siswa/mahasiswa sehingga memudahkan bagi panitia reuni untuk mengontak mereka.

Istilah tahun masuk

Dengan demikian dikenal  istilah tahun. Misalnya,tahun masuk 1973, tahun masuk 1974, angkatan 1975 dan seterusnya.

Konsekuensi

Konsekuensinya adalah semua tahun masuk tertentu,misalnya tahun masuk 1973 harus diundang walaupun mereka berstatus eks-siswa/eks-mahasiswa dan walaupun tahun lulusnya berbeda-beda.

3.Berdasarkan tahun wisudha

Dasar pemikirannya:

Hanya yang diwisudha saja yang berhak disebut alumni walaupun angkatan dan tahun masuknya berbeda-beda. Hal ini karena saat diwisudha mereka mempunyai foto bersama dan terdaftar dalam buku alumni pada hari wisudha yang bersamaan.

Istilah tahun wisudha

Maka dipakailah istilah tahun wisudha 1980, 1981,1982 dan seterusnya.

Konsekuensi

Tentu, reuni berdasarkan tahun wisudha atau tahun keluar membawa konsekuensi mereka terdiri dari berbagai angkatan dan berbagai tahun masuk.

Persoalan siswa/mahasiswa pindahan

Ada kemungkinan siswa/mahasiswa pindahan mempunyai angkatan yang berbeda, atau tahun masuk yang berbeda. Maka biasanya mereka dimasukkan dalam kategori teman seangkatan. Misalnya dia langsung bergabung dengan siswa/mahasiswa kelas dua, maka dia harus mengikuti sistem yang berlaku di kelasnya. Misalnya dianggap angkatan 08 atau tahun masuk 1973.

Persoalan sistem SKS

Di dalam sistem Satuan Kredit Semester, angkatan bisa sama, tahun masuk bisa sama, tetapi tahun lulus bisa berbeda. Jika reuni berdasarkan angkatan atau tahun masuk, maka mereka yang tahun wisudhanya berbeda, bisa saja diundang.

Mana yang benar, berdasarkan angkatan, tahun masuk ataukah tahun wisudha atau tahun keluar?

Coba kita renungkan apa arti kata “reuni”. Reuni berasal dari kata “re” dan “uni”. Artinya, saat bertemu atau berkumpul lagi. Berdasarkan apa? Berdasarkan angkatan, tahun masuk,tahun wisudha atau tahun keluar?

Untuk apa reuni?

Tentu, antara lain untuk bernostalgia. Mengingat masa lalu, saat mengikuti OSPEK, saat kuliah bersama, saat wisudha bersama dan kenang-kenangan di masa lalu lainnya. Kenangan terpanjang tentu dimulai saat masuk hingga saat wisudha. Yaitu kenangan berdasarkan angkatan atau tahun masuk dan bukannya berdasarkan saat wisudha atau tahun keluar.

Pengalaman penulis (Hariyanto Imadha)

-Kelas 1 di SMAN 1 Bojonegoro (Tahun 1969)

-Kelas 2 di SMAN 4 Surabaya (Tahun 1970)

-Kelas 3 di SMAN 6 Surabaya (Tahun 1971)

Jika ada reuni SMAN 1 Bojonegoro, maka penulis diundang karena tahun masuknya sama.

Jika ada reuni SMAN 4 Surabaya ,penulis diundang karena angkatannya sama

Jika ada runi SMAN 6 Surabaya, penulis diundang karena tahun lulusnya sama

Tidak perlu dipersoalkan

Apakah reuni berdasarkan angkatan, tahun masuk,tahun wisudha sebenarnya tidak perlu dipersoalkan karena tiap panitia reuni punya dasar pemikirannya sendiri-sendiri. Tidak ada kriteria yang pasti mengenai hal ini. Reuni sifatnya relatif dan tidak bersifat mutlak. Yang p0enting tujuan reuni tercapai, yaitu bertemu kembali atau bersatu kembali. Inti daripada reuni adalah silaturahmi. Tidak ada gunanya berdebat tentang hal-hal yang sifatnya relatif dan subjektif.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Alumni 6 PTN+PTS

Iklan

Read Full Post »

Gambar

CUKUP banyak definisi kreativitas, inovasi dan invensi. namun banyak definisi yang membingungkan dan tumpang tindih sehingga menjadi rancu. Melalui telaah linguistik dan analisa logika bahasa yang benar, maka di bawah inilah definisi atau pengertian kreativitas, inovasi dan invensi yang benar.

A.Kreativitas

Kreativitas adalah hasil daya pikir yang dituangkan ke dalam bentuk produk, dari produk yang sudah ada menjadi produk yang bentuknya berbeda tetapi fungsinya sama.

Ciri-ciri:

-Produk sudah ada

-Bentuk berbeda

-Fungsi sama

Contoh:

Sepeda onthel besar, kemudian dibuat sepeda onthel kecil.

B.Inovasi

Inivasi adalah hasil daya pikir yang dituangkan ke dalam bentuk produk, dari produk yang sudah ada menjadi produk yang bentuknya berbeda atau sama tetapi fungsinya berbeda.

Ciri-ciri:

-Produk sudah ada

-Bentuk berbeda atau sama

-Fungsi berbeda

Contoh:

Kanopi/atap motor yang atapnya tidak bisa dilebarkan kemudian diciptakan kanopi motor dengan fungsi baru yaitu atapnya bisa dilebarkan.

C.Invensi

Invensi adalah hasil daya pikir yang dituangkan ke dalam bentuk produk, dari produk yang sama sekali belum ada menjadi produk yang sama sekali baru dengan bentuk dan fungsi yang baru.

Ciri-ciri:

-Produk samasekali belum ada

-Gabungan fungsi yang sudah ada atau fungsi yang samasekali baru

-Bentuk baru dan fungsi baru (multifungsi)

Contoh:

Menciptakan payung yang sekaligus berfungsi sebagai tempat duduk.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Alumni

Akademi Bahasa Asing “Jakarta”

Read Full Post »

Gambar

SERING kita mendengar orang mengatakan “Hanya Tuhan yang sempurna”, “Hanya Tuhan yang mengetahui” atau “Hanya Tuhan yang bersifat mutlak”. Sepintas kalimat itu tidak ada salahnya. Padahal, kalimat itu bisa berakibat fatal bahkan bersifat kurang menghargai Tuhan.

Perhatikan kalimat di bawah ini beserta komentarnya:

1.Pendapat: “Hanya Tuhan yang sempurna”

Pertanyaan:”Kalau begitu, semua ciptaan Tuhan tidak sempurna,dong?”

 

2.Pendapat:”Hanya Tuhan yang mengetahui”

Pertanyaan:”Kalau begitu, manusia tidak tahu apa-apa,dong?”

 

3.Pendapat:”Hanya Tuhan yang bersifat mutlak”

Pertanyaan:”Kalau begitu, kebenaran ilmu matematika tidak mutlak, dong?

 

Jadikan kata “Allahu Akbar” sebagai titik tolak

“Allahu Akbar” diterjemahkan sebagai “Allah Maha Besar”

Gunakan istilah Maha untuk Tuhan

Oleh karena itu, kalimat yang benar untuk Tuhan yaitu:

 

1.”Hanya Tuhan yang Maha Sempurna”

2.”Hanya Tuhan yang Maha Mengetahui”

3.”Hanya Tuhan yang bersifat Maha Mutlak”.

Kelihatannya sepele. Tetapi, mempunyai implikasi yang cukup berat. Oleh karena itu, kita wajib selalu menggunakan kata “Maha” untuk Tuhan.

 

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku Berbahasa

Sejak 1973

Read Full Post »