Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2013

Gambar

KELIHATANNYA sepele, tapi bisa fatal akibatnya. Sebuah status Facebook memang ditulis bebas oleh para Facebooker. Namun pemahaman arti kata atau sebuah judul itu perlu. Ada status tanpa judul, tetapi ada juga status yang berjudul. Paling tidak status yang dituliskan sudut pandangnya. Misalnya dari sudut ekonomi, dari sudut psikologi dan lain-lain. Penulis sudah menggunakan judul status itu lebih dari tiga tahun, namun komentar-komentarnya sering meleset. Tidak hanya di Facebook, tetapi juga di blog, website, surat pembaca dan lain-lain

A.Disipliner atau Monodisipliner

Yaitu status yang diberi judul. Misalnya EKONOMI, LOGIKA,PSIKOLOGI,METAFISIKA dan lain lain. Artinya kalau judulnya EKONOMI maka komentarnya harus ada hubungannya dengan ekonomi. Kalau judulnya LOGIKA maka komentarnya harus ada hubungannya dengan logika. Kalau judulnya PSIKOLOGI maka komentarnya harus ada hubungannya dengan psikologi. Dan kalau judulnya METAFISIKA maka komentarnya harus ada hubungannya dengan psikologi.

Tapi yang sering terjadi, sudut pandang komentar tidak sesuai dengan judulnya. Antara lain judulnya EKONOMI tapi ditanggapi dari sudut POLITIK. Judulnya LOGIKA tapi dikomentari dari sudut HUKUM. Judulnya PSIKOLOGI tetapi ditanggapi dari sudut SOSIOLOGI. Judulnya METAFISIKA ditanggapi dari sudut AGAMA. Yang sering terjadi yaitu, antara status dan komentar tidak “konek”.

B.Interdisipliner

Yaitu status yang dibuat oleh satu orang tetapi menggunakan pendekatan dari lebih dari sudut ilmu pengetahuan. Misalnya PSIKOLOGI EKONOMI, LOGIKA HUKUM, dan seterusnya. Isi statusnya tentu berorientasi kepada dua bidang ilmu tersebut. Komentarnyapun dari dua macam ilmu pengetahuan tersebut. Akibatnya yaitu, munculnya komen-komen yang tidak “nyambung”.

C.Multidisipliner

1.Yaitu status Facebook tanpa judul. Konsekuensinya boleh ditanggapi dari sudut mana saja. Bebas sebebas-bebasnya. Status ini memang memberikan kepada Facebooker lain untuk memberikan komentar dari sudut mana saja. Bebas sebebas-bebasnya. Tentu saja harus sopan.

2. Yaitu status Facebook dengan ┬ájudul lebih dari dua sudut pandang. Misalnya: “Kepemimpinan, ditinjau dari Sudut Manajemen, Psikologi dan Budaya Indonesia”. Konsekuensinya harus ditanggapi dari sudut tersebut saja. Tidak bebas. Status ini memang memberikan kepada Facebooker lain untuk memberikan komentar dari sudut tertentu saja. Sebaiknya punya kompetensi.

Catatan:

Artikel ini tidak hanya berlaku untuk status Facebook, tetapi juga berlaku untuk karya tulis lainnya berupa artikel yang dimuat di berbagai media lainnya.

Sekadar menambah pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Penulis Kritik Pencerahan

Sejak 1973

Read Full Post »