Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2012

SEBENARNYA istilah SARA sudah lama dikenal masyarakat. Masalahnya adalah, ketika ada kasus ceramah yang dibawakan oleh Rhoma Irama, maka timbul pesoalan. Apakah SARA itu? Apakah bukan SARA itu? Apakah kampanye SARA itu? Apakah bukan kampanye SARA itu? Dan sejumlah diskusi lainnya sekitar SARA.

Singkatan SARA

SARA singkatan dari kata (S)uku,(A)gana,(R)as dan (A)ntargolongan

Definisi  SARA

SARA dalam arti yang netral yaitu apabila seseorang berbicara tentang suku, agama, ras dan antargolongan,tanpa menyebut segi positif atau negatifnya.

Contoh:

Suku Jawa terbanyak tinggal di Pulau Jawa. Agama Islam merupakan agama terbesar di Indonesia. Ras berkulit sawo matang adalah bangsa Indonesia. Antargolongan atau partai bsar di Indonesia adalah Partai Demokrat,Partai Golgar dan PDI-P.

Bukan SARA

Yaitu apabila bicara tentang suku,agama,ras dan antargolongan tanpa konotasi negatif

SARA

Yaitu apabila bicara tentang suku,agama,ras dan antargolongan dengan konotasi negatif

SARA dalam arti yang positif

Ajakan bagi umat Islam agar memilih calon pemimpin yang seiman tanpa memuji calon pemimpin tersebut dan tanpa menjelekkan atau membandingkan dengan calon pemimpin non muslim. Atau ajakan bagi umat nonmuslim untuk memilih calon pemimpin yang seiman tanpa memuji calon pemimpin tersebut dan tanpa menjelekkan atau membandingkan dengan calon pemimpin muslim.

SARA dalam arti yang negatif

Ajakan bagi umat Islam agar memilih calon pemimpin yang seiman tanpa memuji calon pemimpin tersebut dan menjelekkan atau membandingkan dengan calon pemimpin non muslim. Atau ajakan bagi umat nonmuslim untuk memilih calon pemimpin yang seiman tanpa memuji calon pemimpin tersebut dan menjelekkan atau membandingkan dengan calon pemimpin muslim.

Definisi kampanye

Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7).

Definisi kampanye hitam

Yaitu kampanye yang bersifat menjelek-jelekkan calon lain, mengadu domba, memfitnah,menyebarkan berita bohong,menghasut,mengajak untuk tidak memilih caln lain,mengajak untuk tidak memilih calon yang tidak seiman

Definisi kampanye terselubung

Yaitu kampanye secara diam-diam. Tidak ada ajakan untuk memilih, tetapi menampilkan unsur-unsur yang berhubungan dengan identitas calon.

Misalnya:

Gubernur incumbent memasang iklan di TV tentang kesuksesan-kesuksesan pembangunan yang telah dia lakukan tanpa mengajak orang untuk memilihnya, tanpa menyebutkan partai pendukungnya,tanpa unsur visi dan misi maupun rencana program kerjanya, tetapi masyarakat tahu dan mengerti apa maksud dan tujuan daripada iklan di TV tersebut.

Definisi kampanye politik

1.Peraturan KPU No. 69 Tahun 2009, tentang teknis kampanye pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, Bab I, Ketentuan Umum, di pasal 5 ayat 1 dan 2.

Yang berbunyi: (1) Untuk dapat dikategorikan sebagai kegiatan kampanye, harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut : a. dilakukan oleh pasangan calon dan/atau tim kampanye; b. terdapat unsur meyakinkan para pemilih dalam rangka memperoleh dukungan sebesarbesarnya dalam bentuk penawaran visi, misi, dan program secara tertulis atau lisan; c. terdapat alat peraga atau atribut pasangan calon; dan d. dilakukan pada jadwal dan waktu kampanye. (2) Terhadap kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apabila tidak memenuhi seluruh unsur tersebut secara kumulatif, kegiatan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kegiatan kampanye.

2. Undang-undang no 32 tahun 2004, memuat pengertian kampanye pada bab I, Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 23, yang berbunyi; Kampanye pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang selanjutnya disebut kampanye adalah kegiatan dalam rangka meyakinkan para pemilih. dengan menawarkan visi, misi, dan program pasangan calon.

Tentang ceramah agama Rhoma Irama

 1.Bukan kampanye.Merujuk pada definisi politik sesuai Peraturan KPU No.69 Tahun 2009 di atas, maka ceramah agama yang dilakukan mubaliq Rhoma Irama bukanlah kampanye. Walaupun ada unsur SARA, namun ceramahnya bukanlah kampanye yang bersifat SARA.

2.Bersifat SARA Negatif.Di luar Peraturan KPU No.69 Tahun 2009 di atas,ceramah agama tersebut merupakan ceramah yang bersifat ceramah SARA negatif, sebab menyebut nama Ahok yang nonmuslim dan mengatakan orang tua Jokowi adalah nonmuslim.

Catatan

Kampanye yang bersifat memfitnah seseorang dengan menyebutkan ciri-ciri khusus ataupun menyebut nama orang yang dimaksud, mencemarkan nama baik atau dianggap perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap seseorang dan dilakukan di depan orang banyak atau melalui media yang disebarluaskan, bisa digugat secara hukum oleh pihak yang terkena.dan merupakan delik aduan.

Semoga bisa menambah wawasan Anda.

Hariyanto Imadha
Alumni
Akademi Bahasa Asing “Jakarta”
Jakarta
Iklan

Read Full Post »

SESUDAH Nabi Muhammad SAW wafat, maka aktivitas saling mengkafirkan mulai marak. Komunitas A menganggap komunitas B sebagai komunitas kafir. Sebaliknya komunitas B mengatakan komunitas A yang kafir.

Apa sih yang dimaksud dengan kafir?

Kafir adalah kata atau istilah. Oleh karrena itu, untuk memahami arti kata kafir, kita harus menggunakan titik tolak ilmu bahasa atau linguistik, terutama literatur agama Islam.

Ada beberapa definisi kafir

A.Menurut Faithfreedompedia

1.Kafir berasal dari bahasa Arab yang artinya menutupi sesuatu, atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau tidak berterima kasih. Bentuk jamak dari kafir adalah kafirun atau kuffar. Dalam al-Quran, kata kafir dengan berbagai bentuk kata jadinya disebut sebanyak 525 kali.

2. Mengingkari nikmat-nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya (QS.16:55, QS. 30:34),

lari dari tanggung jawab (QS.14:22),

menolak hukum Allah (QS. 5;44),

meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS. 30:44)

3. Namun yang paling dominan, kata kafir digunakan dalam al-Quran adalah kata kafir yang mempunyai arti pendustaan atau pengingkaran terhadap Allah Swt dan Rasul-RasulNya, khususnya nabi Muhammad dan ajaran-ajaran yang dibawanya.

4.Ditinjau dari segi bahasa, kata kafir tidak selamanya berarti non-muslim, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir seperti kufur, yang bermakna ingkar saja, tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislaman. Contohnya kufur nikmat, yaitu orang yang tidak pandai/mensyukuri nikmat Tuhan, atau dalam istilah lain disebut sebagai kufrun duna kufrin (kekufuran yang tidak sampai membawa pelakunya kafir/keluar dari islam).

5.Secara istilah, kafir adalah orang yang menentang, menolak, kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh RasulNya. Atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman. Dilihat dari istilah, bisa dikatakan bahwa kafir sama dengan non-muslim. Yaitu orang yang tidak mengimani Allah dan rasul-rasul-Nya serta ajarannya.

6. Quran 98:6, Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Sumber: http://www.faithfreedom.frihost.net/wiki/Definisi_Kafir

B.Menurut Gus Mus

Kafir juga ada dua: 1. Kafir, orang yang tidak percaya, 2. Musyrik, orang yang menyekutukan Allah dengan yang lain. (Baca misalny, awal surah Baqarah).

Menyikapi orang kafir ialah dengan terus berjuang mendakwahi dengan hikmah, bijaksana, dan nasihat yang baik; bila perlu berdebat, berdebat dengan cara yang lebih baik dari mereka.

Sumber: http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=2&id=189

C.Jadi, menurut syariat Islam, manusia kafir itu bermakna:

1. Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat (Baca butir A.4 di atas : Tidak semua non-muslim itu kafir).

2. Orang Islam yang tidak mau menjalankan ajaran agamanya sendiri seperti shalat, puasa, atau membayar zakat. (Orang Islam yang mengatakan seperti shalat, puasa, atau membayar zakat sebagai hal yang tidak wajib)

Dalam Al-Qur’an, kata kafir terbagi menjadi beberapa point, yaitu:

* Kufur at-tauhid (menolak tauhid), ditujukan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu.

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.” (QS Al Baqarah, 2:6)

* Kufur al-ni’mah (mengingkari nikmat), ditujukan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun).” (QS Al Baqarah, 2:152)

* Kufur at-tabarri (melepaskan diri).

* Kufur al-juhud (mengingkari sesuatu).

“…maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya.” (QS Al Baqarah, 2:89)

* Kufur at-taghtiyah (menanam/mengubur sesuatu).

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar).” (QS Al Hadid, 57:20)

Sumber: http://agama.kompasiana.com/2010/12/05/definisi-kafir/

D.macam-macam kafir

Definisi Kufurkufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.

B]. Jenis KufurKufur ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur KecilKufur BesarKufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam

[1]. Kufur Karena Mendustakan Dalilnya adalah firman Allah.

[2]. Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan.Dalilnya firman Allah.

[3]. Kufur Karena Ragu Dalilnya adalah firman Allah.

4]. Kufur Karena BerpalingDalilnya adalah firman Allah.

[5]. Kufur Karena Nifaq Dalilnya adalah firman Allah

Sumber: http://membaca-alquran.blogspot.com/2010/10/definisi-kafir-kufur-dan-jenis-jenisnya.html

E.Kafir menurut Al Qur’an antara lain :

Kafir Juhud Kafir juhud ada 2 pengertian :

Pertama : Orang yang tidak mengakui wujud Allah, misalnya orang atheis, komunis.

Kedua : Mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya.

Kafir Ni’nah Mereka yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

Kafir Bara’ah Mereka yang tidak merestui dan melepaskan diri.

Kafir Harbi yaitu orang kafir yang memerangi dan diperangi.

Kafir Dzimi yaitu orang kafir yang tunduk pada penguasa Islam dan membayar jizyah

Kafir Muahad yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara Islam.

Kafir Musta’man yaitu orang kafir yang masuk ke Negara Islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.

Dari orang kafir tersebut, hanya kafir harbi yang boleh diperangi, kalau mereka memerangi lebih dahulu.

Sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/kafir-menurut-al-qur-an-t26450/

Kesimpulan

1.Kafir

Digunakan dalam al-Quran adalah kata kafir yang mempunyai arti

-pendustaan atau pengingkaran terhadap Allah Swt dan

-pendustaan atau pengingkaran terhadap Rasul-RasulNya

-Pendustaan atau pengingkaran terhadap  Nabi Muhammad

-Pendustaan atau pengingkaran terhadap ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW (Al Qur’an).

2.Bukan kafir

-Apabila mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa

-Apabila mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul/nabi

-Apabila mengakui Al Quran sebagai kitab sucinya

Dengan kata lain:

-Bukan kafir, apabila memegang teguh Rukun Iman dan Rukun Islam

Jadi, kita tidak boleh mengatakan seseorang atau sekelompok orang lain sebagai pihak kafir sejauh mengakui Tuhan Yang Maha Esa, mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan mengakui Al Qur’an sebagai kitab sucinya. Sejauh, ketiganya sesuai dengan sejarah Islam sejak turunnya ayat pertama hingga ayat terakhir Al Qur’an.

Saran

1.Islam sejati adalah agama yang  damai, sopan, penuh toleransi, menghargai perbedaan ,menghargai pluralitas, dan tidak anarki.

2.Berhati-hatilah menggunakan kata kafir. Sebab, sesungguhnya hanya Allah swt Yang Maha Tahu siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir.

3.Hanya Allah swt yang berhak menilai keislaman seseorang.

Kata-kata bijak

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya.

Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir, maka sebutan itu pantas untuknya. Apabila tidak, maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.”

Semoga bermanfaat

Sumber gambar: mediaislamnet.com

Hariyanto Imadha
Penulis kritik pencerahan
Sejak 1973

Read Full Post »

SOAL istilah memang kelihatannya sederhana. Namun juga sering menimbulkan masalah. Sebuah istilah apa saja, bisa menimbulkan bermacam-macam. Apalagi kalau yang menafsirkan tidak memahami ilmu bahasa (linguistik), ilmu logika dan ilmu filsafat. Maka kekacauan akan semakin melebar. Termasuk tafsir ayat-ayat kitab suci juga bisa bias ataupun rancu,

Beberapa contoh kerancuan soal istilah sains (sciences)

Ada yang mengatakan sains itu hanya untuk kelompok ilmu alam (natural science). Kesalah pahaman ini sangat meluas sehingga ada yang namanya fakultas sains. Itu karena saking tidak mengertinya soal istilah. Ada bimbingan belajar menganggap bahwa sains itu ilmu pasti (exact science). Dan ada juga yang mengatakan bahwa sains itu sama dengan teknologi (technical science).

Kembalikan ke ilmu filsafat

Semua dosen filsafat pasti mengerti bahwa filsafat adalah sumber dari semua ilmu pengetahuan yang ada. Dari filsafat itulah lahir ilmu ekonomi, ilmu hukum, bahkan filsafat juga melahirkan ilmu filsafat dan ilmu-ilmu lainnya.

Kategori ilmu pengetahuan (sains/science)

Dari filsafat yang melahirkan ilmu filsafat, maka lahirlah beberapa ilmu pengetahuan sebagai berikut:

 

-Ilmu pasti (exact science)

-ilmu alam (natural science)

-ilmu sosial (social science)

-ilmu teknik (technical science)

-ilmu agama (religion science)

Masing-masing ilmu pengetahuan itu berkembang menjadi bermacam-macam ilmu pengetahuan lainnya yang hingga sekarang sudah ada ribuan macam. Namun secara umum ada lima ilmu pengetahuan itu.

Terlanjur

Kalau sudah terlanjur mengartikan sains secara sempit, memang sangat sulit untuk memperbakinya, sebab tiap penafsir mempunyai keyakinan masing-masing. Namun, bagi penafsir istilah yang memahami linguistik, ilmu filsafat dan ilmu logika, tentu akan mendefinisikan sains ke sumber aslinya.

Apakah definisi sains?
“The word science comes from the Latin “scientia,” meaning knowledge.How do we define science? According to Webster’s New Collegiate Dictionary, the definition of science is “knowledge attained through study or practice,” or “knowledge covering general truths of the operation of general laws, esp. as obtained and tested through scientific method [and] concerned with the physical world.”

Atau:

“Sains atau ilm pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian” atau “pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum – hukum umum yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah. Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi).

Kesimpulan

Dengan demikian, pengertian “sains” (science) sebenarnya berlaku untuk semua jenis ilmu pengetahuan.

 

Hariyanto Imadha
Alumni
Akademi Bahasa Asing “Jakarta”
Jakarta

Read Full Post »