Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2012

KALAU kita cermati, sebuah perdebatan seringkali terjadi hanya karena ada pihak-pihak yang mempunyai pengertian yang berbeda tentang arti, makna ataupun definisi sebuah kata. Perdebatan demikian tidak ada gunanya. Lebih tidak ada gunanya lagi kalau yang berdebat bukanlah ahli linguistik (ilmu bahasa). Itulah yang disebut dengan “the problem of semantics”.

Apakah the problem of semantics itu?

Yaitu, sebuah perdebatan tentang sebuah kata yang diartikan, dimaknai dan didefinisikan bahkan ditafsir secara berbeda-beda oleh kedua belah pihak atau oleh berbagai pihak. Hal demikian akan menyebabkan adanya pihak-pihak yang terjebak pada masalah-masalah semantik.

Contoh

1.Kata “politik santun” bisa diartikan berbeda-beda. Ada yang mengartikan politik santun terbatas pada kata-kata santun, perilaku santun, cara-cara santun dan arti-arti lain.

2.Kata “politik” juga bisa diartikan berbeda-beda. Ada yang mengartikan sebagai sebuah cara, strategi, taktik, metode, siasat, tipu-tipu, akal-akalan dan sebagainya.

Apakah the problem of conotation?

Yaitu, sebuah kata bisa dikonotasikan positif ataupun negatif dan ini juga menyebabkan berbagai pihak terjebak pada perdebatan tentang konotasi.

Contoh:

1.Kata “pro rakyat” bisa diartikan sebagai kegiatan politik parpol tertentu untuk kepentingan parpol tertentu itu. Tetapi bisa juga “pro rakyat” diartikan sebagai sebuah kegiatan positif yang kebetulan dilakukan oleh parpol tertentu.

2.Kata “income per capita” bisa diartikan positif kalau angkanya besar dan diberlakukan secara sama rata. Tetapi bisa diartikan negatif kalau “income per capita” diberlakukan untuk masyarakat golongan ekonomi menengah dan golongan ekonomi bawah (masyarakat miskin).

3.Di dalam agama Islam, ada 4 (empat) mazhab, yaitu:

Tiap mazhab punya titik tolak pemikiran masing-masing.

a. Sunni.

Ada 4 mazhab: Hanafi,Maliki,Syafi’I dan Hambali.

b.Syi’ah

Ada 3 mazhbat : Ja’fari, Ismailiya dan Zaidiyah

Tiap mazhab pasti mempunyai titik tolak pemikiran masing-masing dan implikasi pemikiran masing-masing.

Gambaran

Jika ada 1 buah buku dibaca 1.000 orang, maka sangat dimungkinkan adanya 1.000 persepsi berbeda atau tafsir berbeda tentang isi buku tersebut. Hal itu bisa terjadi karena 1.000 orang itu punya tafsir yang berbeda-beda. Padahal, cara membaca buku yang baik bukanlah menafsirkan, tetapi memahami filsafat pemikirannya, titik tolak filsafat pemikirannya, alur filsafat pemikirannya dan implikasi daripada filsafat pemikirannya.

Bagaimana cara mengatasi problem-problem tersebut

Sebenarnya perdebatan soal arti,makna,definisi ataupun tafsir sebuah kata kalau kita mengetahui cara-caranya. Antara lain:

1.Memahami siapa yang punya kata tersebut (punya kompetensi atau tidak)

2.Menanyakan kepada penulis/pembicara  apa maksud kata yang ditulis/dikatakan

3.Melakukan tabulasi arti-arti kata tersebut (menggabungkan dan membuat deskripsinya)

4.Memahami titik tolak pemikiran penulis/pembicara tersebut

5.Mencari referensi yang bisa dipercaya (valid/credible/reliable/acceptable)

6.Jangan membuat arti sendiri kecuali kita membuat artikel sendiri.

Kesimpulan

1.Di dalam konteks non ilmiah: Tidak ada gunanya berdebat soal “kata”, sebab kebenaran arti kata tersebut ada pada yang punya “kata” tersebut (penulis/pembicara).

2.Di dalam konteks ilmiah: Harus berdasarkan referensi ilmiah yang valid/credible/reliable/acceptable.

Semoga bermanfaat.

 

Hariyanto Imadha
Alumni
Fakultas sastra dan akademi bahasa

Read Full Post »

BANYAK masyarakat Indonesia yang tidak bisa membedakan arti kata negara,pemerintah, rakyat dan masyarakat. Hal ini karena mereka tidak mau bertanya kepada pihak yang kompeten. Sehingga seringkali mereka ngotot bahwa pendapatnyalah yang benar, padahal pendapatnya salah.

Apakah negara itu?
-Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena memiliki wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat. (Harold J. Laski).

-Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa (Prof. Mr. Kranenburg)

-Jadi,negara adalah kesatuan antara sistem pemerintahan, rakyat dan wilayah pemerintahan. Mempunyai bentuk dan sistem pemerintahan dan bendera kenegaraan.

Apakah pemerintah itu?

-Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. (Wikipedia).

-Jadi, pemerintah adalah presiden menteri dan para pembantu presiden.

Apakah rakyat itu?

-Rakyat adalah istilah politik.Rakyat adalah penduduk suatu negara

-Jadi, rakyat adalah penduduk adalah yang mempunyai hak dan kewajiban terhapan pemerintah maun negara.

Apakah masyarakat itu?

-Masyarakat adalah istilah sosial atau sosiologi. adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama. Masyarakat merupakan negara jika cara hidup yang harus ditaati – baik oleh individu maupun asosiasi-asosiasi – ditentukan oleh suatu wewenang yang bersifat memaksa dan mengikat mereka semua) (Harold J. Laski).

-Jadi, masyarakat adalah sekelompok atau beberapa kelompok komunitas yang mendiami sebuah wilayah tertentu.

Apakah bangsa itu?
-Bangsa adalah istilah politik. Bangsa adalah sebuah kesatuan komunitas utama yang mewakili berbagai komunitas lainnya yang berada di dalam sebuah wilayah yang disebut negara.

-Jasi sebuah bangsa, mewakili berbagai suku, ras, agama,antar golongan yang ada di dalam sebuah negara.

Apakah kepala negara itu?

Kepala negara adalah pemimpin bangsa dan pengelola negara

Apakah presiden itu?

Presiden adalah pemimpin pemerintahan atau pemimpin kabinet

Apakah kabinet itu?

Kabinet adalah struktur organisasi pemerintahan yang terdiri dari presiden,wakil presiden,menteri dan para pembantu presiden lainnya.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Facebooker & Blogger

Read Full Post »