Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2011

ORANG Indonesia yang tak faham Bahasa Indonesia seringkali mencampuradukkan pengertian kritik,hujat,gunjing hasut dan fitnah. Padahal, masing-masing bisa berbeda artinya.Orang yang sering mengritik pemerintah belum tentu menghujat. Sebaliknya orang yang menghujat pemerintah,belum tentu mengritik.Sebab, makna katanya berbeda.

Apakah kritik itu?

Kritik merupakan sebuah sikap terhadap adanya suatu fakta nyata yang bersifat negatif. Biasanya disertai analisa atau penalaran yang menyertai kritik itu. Kritik memang hanya bicara tentang yang negatif saja dengan tujuan agar pihak yang dikritik memperbaiki hal-hal yang negatif itu.Kritik seringkali menyakitkan, tetapi bertujuan baik.

Contoh:

Kritik terhadap lambatnya pemerintah dalam menangani kasus meledaknya gas elpiji yang telah menewaskan lebih dari 50 orang.

Apakah cela itu?

Cela merupakan sebuah sikap terhadap adanya sebuah fakta yang semula dibanggakan positif, ternyata terbukti menampakkani segi negatifnya pula.

Contoh:

Amerika membanggakan sistem ekonomi kapitalisme. Namun, krisis finansial yang menimpa Amerika beberapa waktu yang lalu menimbulkan beberapa celaan dari beberapa pengamat ekonomi.

Apakah hujat/caci-maki itu

Hujat merupakan sebuah sikap terhadap adanya sebuah fakta yang bersikap positif tetapi diberi konotasi negatif. Biasanya diucapkan dan dilakukan dengan sangat emosional dan dengan kata-kata yang tak pantas.

Contoh:

Agama Islam adalah agama yang baik. Tapi lantas ada pihak-pihak tertentu yang menjelek-jelekkan agama Islam dengan cara menginjak-injak atau membakar Al Qur’an dengan sangat emosional dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas.

Apakah gunjing itu?

Gunjing merupakan sebuah sikap terhadap adanya suatu fakta yang nyata,baik positif maupun negatif, lantas ditanggapi dengan nada yang tidak suka.

Contoh:

Cowok bernama Si A sedang bicara dengan Si B membicarakan cewek Si C. Si A mengatakan kepada Si B bahwa dia tidak suka dengan cewek si C karena Si C kulitnya hitam dan rambutnya keriting. Jadi, gunjing menitikberatkan pembicaraan kepada pihak lain atas dasar tidak suka.

Apakah hasut itu?

Hasut merupakan sebuah sikap terhadap adanya suatu fakta baik positi maupun negatif, namun mengajak orang-orang lain untuk bersikap tidak menyukainya. Bahkan seringkali mengajak melakukan tindakan nyata yang bersifat merusak atau negatif.

Contoh

Di desa A ada kades yang berselingkuh dengan isteri tetangganya. Lantas ada warga lain menghasut warga agar ramai-ramai merusak dan membakar rumah kades tersebut.

Apakah fitnah itu?

Fitnah merupakan sebuah sikap terhadap adanya sebuah hal yang tidak berdasarkan fakta dan kemudian dikatakan kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain punya persepsi negatif terhadaap objek yang dibarakan.

Contoh:

Si A mengatakan kepada Si B bahwa Si C bisa diterima kerja di salah satu BUMN di Jakarta karena menyuap Rp 200 juta. Padahal, faktanya Si C diterima melalui prosedur yang resmi dan benar tanpa menyuap satu senpun.

Sumber foto: http://i288.photobucket.com/albums/ll186/ijonk_album/perbedaan2.jpg

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973

Iklan

Read Full Post »

HASIL kajian pertama yang saya lakukan berkesimpulan bahwa kata polwan benar dan kata wanpol salah. Kesimpulan kedua saya dapatkan bahwa baik polwan maupun wanpol keduanya benar. Namun pada analisa ketiga, dengan menggunakan pendekatan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggeris dan Logika Bahasa, akhirnya saya yakin seyakinnya bahwa kata wanpol yang benar dan kata polwan salah.

Kalau kita menggunakan pendekatan kelaziman, maka kata polwan benar karena sudah lama digunakan. Dan, kata wanpol salah karena tidak lazim.

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal pendekatan Hukum DM (Diterangkan-Menerangkan). Kalau hanya mengandalkan pendekatan ini, maka kata polwan dan wanpol sama-sama benar.

Namun kalau menggunakan pendekatan referensi (Bahasa Inggeris), maka ternyata di Inggeris hanya ada kata policewoman (dua unsur kata dijadikan satu). Meskipun demikian kata tersebut tetap mengikuti Hukum MD (Menerangkan-Diterangkan) sesuai yang berlaku di dalam Bahasa Inggeris. Dengan demikian kalau diindonesiakan akan menjadi wanita polisi atau wanpol.

Sedangkan kalau kata polwan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggeris akan menjadi womanpolice. Nah, kata ini tidak dikenal di dalam Bahasa Inggeris.

Kemudian dari sudut pendekatan Ilmu Logika bisa dibuat rumusan bahwa, jika kata wanita diletakkan di depan, maka itu berlaku untuk manusia (wanita).

Misalnya: wanita menteri perdagangan, wanita polisi (wanpol), wanita pejuang, wanita presiden, dan lain-lain.

Sedangkan jika kata wanita diletakkan di belakang berarti untuk wanita atau menyerupai wanita.

Misalnya: patung wanita, gedung wanita, korps wanita angkatan laut dan lain-lain.

Mudah-mudahan kapolri segera mengganti kata atau istilah polwan dengan istilah wanpol untuk sebutan orangnya. Sedangkan untuk korpsnya sebaiknya bernama kowap (korps wanita polisi).

Dengan demikian,untuk mengatakan mana yang benar, polwan atau wanpol, tidak cukup menggunakan pendekatan ilmu Bahasa Indonesia saja, tetapi harus melibatkan ilmu Bahasa Inggeris dan ilmu logika (epistemologi).

Sangat disayangkan para pakar Bahasa Indonesia banyak yang tidak menguasai ilmu Bahasa Inggeris dan Ilmu Filsafat/Logika Bahasa.

Sumber foto: unik.supericsun.com

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

 

 

Read Full Post »

Foto: Hariyanto Imadha dan Mathias Muchus

BAGI Anda pecinta sinetron mungkin pernah mendengar nama salah seorang bintang sinetron, yaitu Mathias Muchus. Tetapi, bagaimanakah asal mula nama Mathias Muchus itu?

Tahun 1977

Satu tahun sebelumnya saya kuliah di Akademi Bahasa Asing “jakarta” (ABAJ) yang saat itu kampusnya ada di Jl.Melati, Cilandak, Jakarta. Kemudian pada 1977 saya menjadi Sekretaris PIMA’77 (Pekan Integrasi Mahasiswa). Atau biasa disebut ospek. Sebenarnya sih dulu ada larangan ospek yang dikenal dengan istilah Normalisasi Kehidupan Kampus. Tapi saya sebagai sekretaris dan Rudy Rayadi tetap nekat mengadakan acara itu.

Pemberian nama cama-cami

Tentu, semua cama-cami tidak boleh memakai nama asli. Harus memakai nama lain yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris. Maklum, saat itu sema cama-cami memlih Jurusan Bahasa Inggeris.

Diberi nama “ingus”

Ketika cama bernama Mathias meminta nama, maka salah seorang panitia (kalau tidak salah namanya Kristiadi Zaenal) memberi nama ke Mathias, yaitu “ingus” yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris. Sejak saat itu Mathias mengganti namanya dengan nama cama, yaitu “mucus”.

Diberlakukan Ejaan Yang Disempurnakan

Tahun 1977 diberlakukan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) di mana “dj” menjadi “j”, “j” menjadi “y”,”ch” ,menjadi “kh” dan “”tj” menjadi “c”.

Mucus dibaca “Mutjus” (ejaan lama)

Konsekuensinya, nama “Mucus” (seharusnya dibaca ‘myuke:z’ sesuai dengan fonetik bahasa Inggeris). Namun karena pengaruh EYD, akhirnya dibaca Mutjus (ejaan lama) atau Mucus (ejaan baru). Lantas, banyak cama ataupun panitia yang memanggil Mathias dengan panggilan “Mucus”. Lantas oleh Mathias, nama aslinya digabung dengan nama baru menjadi “Mathias Mucus” yang kemudian disempurnakan menjadi “Mathias Muchus”.

Pindah ke Akademi Sinematografi

Setahun kuliah di ABAJ, Mathias Muchus pindah ke Akademi Sinematrografi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Jadi bintang sinetron

Setahun kemudian, Mathias Muchus muncul dalam sinetron “Losmen”.

Menikah dengan Mira Lesmana

Beberapa tahun kemudian menikah dengan seorang wanita produser, yaitu Mira Lesmana,saudara dari Indra Lesmana.

Foto di artikel ini

Itu foto saya (Hariyanto Imadha) dengan Mathias Muchus ketika ada Reuni Alumni ABA Jakarta, di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta Barat pada 2005.

 

Hariyanto Imadha

Alumni

ABA “Jakarta”

Tahun masuk 1976.

https://abajakarta.wordpress.com

 

 

Read Full Post »